Kisah Pedih Emilia: Kecanduan Narkoba, Hamil Duluan saat SMP, Berakhir di Balik Jeruji Besi Bareng Suami
Emilia menangis. Rambut panjang hitam terurai menutupi wajahnya saat menceritakan kisah hidupnya yang penuh lika-liku. Wanita yang masih berusia 20 tahun itu mengaku sudah hamil duluan saat masih duduk di bangku SMP, dan kemudian menikah siri dengan pria itu.
Setelah menikah, candu Emilia akan obat-obatan terlarang itu tak hilang. Bersama suaminya, Ervian (20), mereka kompak ngepil serta nyabu bareng. Kini sang suami sudah ditahan di Mapolrestabes Semarang karena kasus sabu.
Nahas, Emilia pun akhirnya menyusul masuk dalam jeruji besi setelah tertangkap menyelundupkan sabu dalam nasi bungkus ke rumah tahanan Polrestabes Semarang untuk sang suami.
Lengkap sudah, pasangan muda ini semua mendekam di rumah tahanan. Sementara anaknya masih usia 3,5 tahun dititipkan kepada neneknya.
Saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Kamis (10/8/2017), Emilia tampak sedih. Dia mengaku kangen sekali kepada anaknya. Rasa rindu yang tak terbendung itulah yang acap kali membuatnya tak bisa menahan tangis. Dia tak menduga bakal mengalami nasib begini.
Emilia mengaku pertama kali mengenal Ervian setelah dikenalkan teman satu sekolahnya. Diaa menikah dengan Ervian tahun 2014 dan telah dikaruniai anak. Saat ini anaknya berusia 3,5 tahun.
"Saya menikah saat duduk SMP. Saya dengan Ervian statusnya masih menikah siri karena hamil duluan. Selain itu Arvian tidak punya KTP," terangnya seperti dikutip dari Tribunjateng.com, Kamis (10/8/2017).
Arvian, kata dia, sehari-hari mencari nafkah dengan mengamen. Selama menikah siri, mereka masih tinggal bersama orang tuanya. "Ibu saya pedagang sayur. Bapak saya berprofesi sebagai juru kunci makam," imbuh warga Randusari tersebut.
Emilia mengaku, suaminya tersebut mulai mengonsumsi sabu sejak 2017. Sebelumnya, suami juga pernah mengonsumsi obat-obat terlarang. "Sebelum menikah, Arvian juga sudah ngepil. Saya juga ngepil sejak SMP," ujarnya.
Dia tidak marah lihat Arvian nyabu di hadapannya. Bahkan suaminya tersebut juga mengajaknya untuk menggunakan sabu bersama-sama. "Saya diajari Arvian pakai sabu. Saya dan Arvian menggunakannya di rumah setelah anak dan orang tua tidur," bebernya.
Emilia tak ingin orang tua dan anaknya mengetahui bahwa dirinya dan suaminya kecanduan sabu. "Saya nyabu biar kuat melek. Saya menggunakan sabu dua hari sekali. Sabu itu didapat dari Arvian," ujarnya.
Emilia mengaku menyelundupkan sabu atas paksaan suaminya. Sebelumnya, ia diperintah suaminya untuk mengambil barang haram itu di depan klinik dokter di daerah Pamularsih. "Barang sudah ditaruh tinggal ambil," katanya.
Pada mulanya, dia sempat menolak. Tapi karena dipaksa sang suami, akhirnya Emilia pun memenuhi permintaan itu. Padahal Emilia enggan berurusan dengan polisi dan tak ingin berakhir seperti saat ini.
Setelah menuruti kemauan suaminya, ia bergegas membeli nasi putih dan menyelipkan sabu di dalam makanan tersebut. Lalu bungkusan nasi itu diserahkan kepada petugas penjaga.
"Lalu saya pulang ke rumah. Saya sadar polisi akan bergegas menggerebek rumah," jelasnya.
Ternyata benar, tak berselang lama, anggota Satres Narkoba Polrestabes Semarang pun datang ke rumahnya. Orang tuannya terkejut saat polisi menggerebek Emilia. (sumber: tribunjateng.com)

Miris banget bacanya gan. Semoga ini bisa jadi pelajaran buat yang lainnya. Aamiin
ReplyDeleteIni kenapa pendidikan agama itu penting diajarkan sejak kecil.
ReplyDelete